Gambar 1.1 Hirarki
Multiplex SDH (Ref : Steffen Dr.
Andreas, Weibel Hans ; 2003; “SDH
Transport System“;
Kommunikationssysteme (Ksy), Zürcher
Hochschule Winterthur
|
SDH (Synchronous Digital Hierarchy), adalah multiplex digital yang berfungsi menggabungkan :
- Sinyal digital 2 Mbps, 34 Mbps, 140 Mbps menjadi :
- Sinyal STM-1 (155,52 Mbps) atau
- Sinyal STM-4 (622,08 Mbps)
- Sinyal STM-1 menjadi :
- Sinyal STM-4, atau
- Sinyal STM-16 (2,48832 Gbps)
- Sinyal STM-4 menjadi :
- Sinyal STM-16, atau
- Sinyal STM-64 (9,95328 Gbps)
- Sinyal-sinyal PDH dan STM-n menjadi sinyal SDH dengan level yang lebih tinggi.
Karakteristik sistem SDH :
- Jenis sinyal sinkron, yaitu dengan adanya clock acuan
- Dapat menampung seluruh sinyal PDH, kecuali sinyal 8 Mbps
- Bit rate dasar sebesar 155,52 Mbps (STM-1)
- Teknik multiplex byte-by-byte
- Sinkronisasi menggunakan metode Justifikasi positif, negatif, dan nol
- Penyelarasan phase menggunakan teknik Pointer
- Setiap tahapan multiplex memiliki struktur frame yang identik
- Memungkinkan pengaksesan sinyal kecepatan rendah secara individu dari sinyal kecepatan tinggi.
Kelebihan SDH :
- Sinyal input kecepatan rendah dapat langsung diturunkan menjadi kecepatan tinggi, dan sebaliknya.
- Kemampuan Operasi, Administrasi dan Pemeliharaan (OA & M) sangat memadai, bahkan untuk keperluan yang akan datang.
- Kapasitas kanal yang dibawa sangat besar.
- Dapat menampung sinyal PDH.
Kekurangan SDH :
- Sistem yang kompleks (set up dilakukan dengan software).
- Satu frame STM-1 hanya dapat menampung maksimal 63 x 2 Mbps, 3 x 34 Mbps dan 1 x 140 Mbps.
- Karena multiplexing dilakukan dengan byte-by-byte maka jitter yang ditimbulkan tinggi.
- Memerlukan sinyal Reference Clock.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar