Selasa, 06 September 2011

What about SDH ???



Gambar 1.1 Hirarki Multiplex SDH (Ref : Steffen Dr. Andreas, Weibel Hans ; 2003; “SDH Transport System; Kommunikationssysteme (Ksy), Zürcher Hochschule Winterthur

SDH (Synchronous Digital Hierarchy), adalah multiplex digital yang berfungsi menggabungkan :

  1. Sinyal digital 2 Mbps, 34 Mbps, 140 Mbps menjadi :
  • Sinyal STM-1 (155,52 Mbps) atau
  • Sinyal STM-4 (622,08 Mbps)
  1. Sinyal STM-1 menjadi :
  • Sinyal STM-4, atau
  • Sinyal STM-16 (2,48832 Gbps)
  1. Sinyal STM-4 menjadi :
  • Sinyal STM-16, atau
  • Sinyal STM-64 (9,95328 Gbps)
  1. Sinyal-sinyal PDH dan STM-n menjadi sinyal SDH dengan level yang lebih tinggi.
Sistem SDH juga mempunyai banyak bytes overhead yang disediakan sehingga penanganan jaringan yang berkaitan dengan sistem manajemen jaringan, seperti : operation, maintenance, dan alarm management biasa dilakukan dengan baik sehingga kualitas transmisi dapat dijaga. Dengan sistem SDH bukan berarti menghilangkan sistem PDH yang sudah ada, tetapi sistem ini juga mampu menampung sinyal-sinyal PDH existing kecuali sinyal 8 Mbps.

Karakteristik sistem SDH :
  1. Jenis sinyal sinkron, yaitu dengan adanya clock acuan
  2. Dapat menampung seluruh sinyal PDH, kecuali sinyal 8 Mbps
  3. Bit rate dasar sebesar 155,52 Mbps (STM-1)
  4. Teknik multiplex byte-by-byte
  5. Sinkronisasi menggunakan metode Justifikasi positif, negatif, dan nol
  6. Penyelarasan phase menggunakan teknik Pointer
  7. Setiap tahapan multiplex memiliki struktur frame yang identik
  8.  Memungkinkan pengaksesan sinyal kecepatan rendah secara individu dari sinyal kecepatan tinggi.
 Kelebihan SDH :
  • Sinyal input kecepatan rendah dapat langsung diturunkan menjadi kecepatan tinggi, dan sebaliknya.
  • Kemampuan Operasi, Administrasi dan Pemeliharaan (OA & M) sangat memadai, bahkan untuk keperluan yang akan datang.
  • Kapasitas kanal yang dibawa sangat besar.
  • Dapat menampung sinyal PDH.
Kekurangan SDH :
  • Sistem yang kompleks (set up dilakukan dengan software).
  • Satu frame STM-1 hanya dapat menampung maksimal 63 x 2 Mbps, 3 x 34 Mbps dan 1 x 140 Mbps.
  • Karena multiplexing dilakukan dengan byte-by-byte maka jitter yang ditimbulkan tinggi.
  • Memerlukan sinyal Reference Clock.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar