Gambar 1.1 Hirarki
sistem PDH (Ref : Panduan Pemeliharaan SCADA & Telekomunikasi, PT. PLN
(Persero) P3B)
|
PDH (Plesynchronous Digital Hierarchy)
merupakan suatu hirarki pemultipleksan yang ditetapkan oleh CCITT. PDH
tidak menyinkronkan jaringan tetapi hanya menggunakan pulsa-pulsa detak (clock) yang sangat akurat di seluruh simpul penyakelarnya (switching node)
sehingga laju slip di antara berbagai simpul tersebut cukup kecil dan
masih bisa diterima (misalnya plus/minus 50 bit atau 5x10-5
untuk jaringan/kanal 2,048 atau 1,544 Mbps). Mode operasi seperti ini
barangkali memang merupakan suatu implementasi yang paling sederhana
karena bersifat menghindari pendistribusian pewaktuan di seluruh
jaringan.
Karakteristik Sinyal PDH, antara lain :
- Jenis sinyal plesiokron, yaitu adanya pergeseran clock.
- Bit rate dasar sebesar 1.544 Kbps (PCM-24) biasa disebut sinyal T1 atau 2.048 Kbps (PCM-30) biasa disebut sinyal E1.
- Teknik multiplexing bit-by-bit.
- Penyelarasan terhadap bit rate dari frame dilakukan dengan metode jastifikasi positif.
- Sinyal input di sisi tributary tidak mengalami sinkronisasi.
- Penyelarasan phase menggunakan buffer memory.
- Setiap tahapan (orde) multiplex memiliki struktur frame yang berbeda.
- Pengaksesan sinyal selalu melalui prosedur bertingkat.
- Kode saluran optik dapat dipilih.
Keuntungan dari PDH, antara lain :
- Sistem cukup sederhana
- Tidak memerlukan sinyal reference clock
- Kebutuhan byte overhead sedikit
- Jitter yang ditimbulkan kecil.
Kekurangan dari PDH, antara lain :
- Hierarchy teknik multiplex-demultiplex selalu bertingkat sehingga tidak fleksibel.
- Kapasitas kanal yang dibawa terbatas.
- Kemampuan operasi, administrasi dan pemeliharaan kurang.
- Tidak ada Standar Internasional untuk penggunaan kode saluran optik sehingga integrasi perangkat yang berbeda brand sulit dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar