Selasa, 06 September 2011

Apakah PDH itu ???


Gambar 1.1 Hirarki sistem PDH (Ref : Panduan Pemeliharaan SCADA & Telekomunikasi, PT. PLN (Persero) P3B)

PDH (Plesynchronous Digital Hierarchy) merupakan suatu hirarki pemultipleksan yang ditetapkan oleh CCITT. PDH tidak menyinkronkan jaringan tetapi hanya menggunakan pulsa-pulsa detak (clock) yang sangat akurat di seluruh simpul penyakelarnya (switching node) sehingga laju slip di antara berbagai simpul tersebut cukup kecil dan masih bisa diterima (misalnya plus/minus 50 bit atau 5x10-5 untuk jaringan/kanal 2,048 atau 1,544 Mbps). Mode operasi seperti ini barangkali memang merupakan suatu implementasi yang paling sederhana karena bersifat menghindari pendistribusian pewaktuan di seluruh jaringan.

Karakteristik Sinyal PDH, antara lain :
  1. Jenis sinyal plesiokron, yaitu adanya pergeseran clock.
  2. Bit rate dasar sebesar 1.544 Kbps (PCM-24) biasa disebut sinyal T1 atau 2.048 Kbps (PCM-30) biasa disebut sinyal E1.
  3. Teknik multiplexing bit-by-bit.
  4. Penyelarasan terhadap bit rate dari frame dilakukan dengan metode jastifikasi positif.
  5. Sinyal input di sisi tributary tidak mengalami sinkronisasi.
  6. Penyelarasan phase menggunakan buffer memory.
  7. Setiap tahapan (orde) multiplex memiliki struktur frame yang berbeda.
  8. Pengaksesan sinyal selalu melalui prosedur bertingkat.
  9. Kode saluran optik dapat dipilih.
Keuntungan dari PDH, antara lain :
  • Sistem cukup sederhana
  • Tidak memerlukan sinyal reference clock
  • Kebutuhan byte overhead sedikit
  • Jitter yang ditimbulkan kecil.
Kekurangan dari PDH, antara lain :
  • Hierarchy teknik multiplex-demultiplex selalu bertingkat sehingga tidak fleksibel.
  • Kapasitas kanal yang dibawa terbatas.
  • Kemampuan operasi, administrasi dan pemeliharaan kurang.
  • Tidak ada Standar Internasional untuk penggunaan kode saluran optik sehingga integrasi perangkat yang berbeda brand sulit dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar